“Rin , maafkan aku….Aku sudah tidak bisa bersamamu lagi, maaf rin , “ katanya . Suaranya yang serak dengan penuh penyesalan. Aku tidak bisa berkata apapun selain berusaha mengingat - ingat apa kapan terakhir telingaku kubersihkan. Selama ini tidak pernah ada masalah yang berati di hubungan kita, semuanya berjalan baik – baik saja. Aku selalu berusaha untuk tidak egois dan pengertian.
“ Apa??Benarkah ? Ada apa dik ? “ Jawabku kaget.
“ Aku harus ke luar pulau sayang.”
“Ngapain dik ? Untuk apa km ke luar pulau ? Luar pulau itu gak enak banget !”
“Aku harus bekerja sayang. Aku juga gak bisa melakukan hubungan jarak jauh. Kamu bisa mencari lelaki yang lebih baik. Yang lebih baik dari aku yang meninggalkanmu. Aku tidak pantas untukmu rin. Jadi tolong , tinggalkan aku,” Jawabnya memohon. Aku lihat ke dalam matanya. Matanya nanar dan lembab. Kulihat kesedian yang mendalam di sana. Aku berusaha menemukan cintanya di sana. Dan kulihat itu. Tetapi kenapa bisa terjadi seperti ini ? Ini tidak adil Tuhan ! Sekian lama aku mencari seseorang yang pantas untuk mendampingi aku. Dan aku pikir aku telah menemukannya. Ternyata salah besar ! Kenapa aku begitu bodoh? Berpikir bahwa dia akan menjadi suamiku dan kita akan hidup bahagia selamanya. Aku benar – benar bodoh ! Bodoh , bodoh , bodoh. Dan tidak ada kata yang lebih menjelaskan tentang sifatku yang benar – benar tolol ini. Tidak bisa kutahan air mataku yang deras. Aku berusaha menahannya, tetapi percuma saja.Toh akan keluar juga.
“Tolong jangan menangis Rin. Ini demi kebaikan kita . Kalau kita jodoh ,kita akan bertemu lagi sayang. Aku mencintaimu dan sesungguhnya aku tidak rela meninggalkanmu . Tapi mungkin ini takdir sayang. Kita tidak bisa melawan kehendak Tuhan. Jadi tolong , mengertilah keadaanku. Aku sudah tidak ada pilihan lagi. Ini yang harus kulakukan demi keluargaku. “ katanya.
Aku tidak bisa berkata lagi selain menangis dan menangis. Tangisanku tidak terbendung oleh apapun. Air mata yang terus bergulir tampaknya tidak bisa dihentikan. Berusaha untuk tidak menangis adalah hal yang paling sia – sia yang kulakukan. Aku berusaha mengatakan sesuatu . Tapi tampaknya lidahku tidak bisa mengatakan satu hal pun. Seperti orang bisu dan orang yang penuh dengan kesedihan.
“ Kapan kamu kembali dik ? “ tanyaku.
“ Aku hanya kembali setahun sekali sayang. Karena itu lah aku ingin kita berpisah saja. Lebih baik kamu mencari yang lain. Kamu cantik dan masih muda“
“ Dan kapan kamu pergi dik ? “ tanyaku untuk kedua kalinya
“ Tanggal 11 bulan ini. Waktu kita sudah tidak lama lagi. Aku akan bersamamu sampai tanggal itu. Setelah tanggal itu lupakan semua kenangan tentang aku dan kita. Aku hanyalah masa lalu yang tidak penting lagi. “ katanya.
“Kamu pikir segampang itu melupakanmu ? “ tanyaku kepadanya. Aku sangat sedih dan terpukul. Membayangkan putus dengannya saja tidak pernah terlintas di benakku. Yang terlintas hanya kebahagiaan .
“ Aku tahu rin kalau tidak segampang itu. Tapi tolong berusaha lah. Aku sudah tidak kuat menahan ini semua “ jawab Dika.
Aku tidak bisa menahan semua beban ini . Aku langsung pergi meninggalkan Dika. Aku perlu menenangkan diri dan mencerna semua ini baik - baik. Aku benar – benar shock. Aku berlari sekencang – kencangnya ke kamarku. Menundukan kepala supaya tidak ada orang yang melihat kesedihanku yang mendalam ini. Kesedihan yang begitu menusuk hatiku. Meremukan hatiku sampai ke ujung – ujungnya. Aku tidak pernah sesedih ini saat ditinggalkan seorang kekasih. Tapi kali ini aku tidak tahu kenapa begitu sedih dan terpukul. Mungkin kita terlalu lama bersama sampai – sampai dia sudah jadi bayang – bayang di hidupku. Sudah menjadi bagian yang besar dalam hidupku. Melakukan semuanya bersama , pergi bersama adalah hal yang sudah tidak asing lagi bagiku. Saat dia mendekapku , ada seperti sengatan listrik yang mengalir di tubuhku. Tidak bisa bergerak dan hanya menikmatinya. Yang bisa membuat segalanya salah menjadi benar , membuat hal baik – baik saja. Hanya Dika yang bisa membuat hal itu. Tidak ada lelaki lain. Berkali – kali merajut kasih dengan seorang lelaki , membuatku putus asa untuk mencari lelaki yang baik. Semuanya hanya menyakitiku sampai aku bertemu Dika. Semuanya berjalan indah . Tidak kusangka akan berakhir setragis ini.
Mungkin aku harus mandi sekarang untuk menenangkan diri. Dengan segera aku mengambil sabun mandi dan luluranku. Ya ! Aku perlu luluran hari ini untuk menghilangkan stress. Mungkin bau aromaterapinya bisa membuat aku merasa waras lagi. Kusetel airnya supaya hangat dan aku menenggelamkan diriku pada bak mandi. Wangi aromaterapi begitu menyengat hidung. Tapi memberi sensasi yang menangkan yang luar biasa. Bisa membuat ku lupa dengan masalahku dan memanjakan indra pembau.Tidak terasa 1 jam berlalu. Aku segera mengambil handuk dan memngeringkan badanku.
“ Rin , sudah jam 6 malam . Ayo makan ,” panggil Mama.
“ Iya “ jawabku
Aku segera turun dan menuju ke meja makan.
“ Lama sekali. Tidak biasanya kamu seperti ini. Matamu juga lebam . Ada apa? Habis nangis ?” tanya mama dengan khawatir. Mama memang seperti itu. Selalu khawatir dan khawatir dan ikut campur.
“Oh , tidak ada apa – apa kok. Cuma ngantuk aja tadi “ jawabku.
Selesai makan , aku segera menuju ke kamarku dan mencoba memejamkan mata. Mencoba membayangkan apa yang akan terjadi 10 tahun lagi. Apakah aku akan menjadi perempuan yang paling kaya? Paling cantik ? Ataukah bersuami tampan? Atau tidak bersuami ? Perasaanku akan sangat teriris jika aku tidak punya seorang suami yang bisa membagi suka dan duka sampai ajal tiba. Mungkin aku harus tetap menunggu sampai 10 tahun lagi. Sampai aku dewasa dan benar – benar tahu arti hidup ini........
10 tahun kemudian.....
“Rin , kamu harus ke luar pulau . Ada usaha papamu disana. Papa akan membangun proyek baru. Jadi mama dan papa mau kamu kesana dan mengontrol semuanya, “ suruh Mama
“ Untuk apa? Kenapa harus aku ma? “ tanyaku
“ Iya , karena kamu anak pertama dan papa pikir kamu cocok untuk mengerjakan proyek ini. Proyek ini adalah proyek besar dan akan sangat bagus hasilnya jika kamu yang mengerjakan rin. Dan tidak ada pilihan untuk itu. Ini adalah sebuah tugas dan tanggung jawabmu. Mau tidak mau harus dikerjakan dan diselesaikan dengan hasil yang memuaskan. Bagaimana?” jawabnya
Aku pun tidak bisa berkata apapun selain membuka mataku dan mulutku lebar – lebar. Ini tidak bisa percaya ! Mana mungkin aku bisa mengerjakan proyek besar ? Aku hanya takut gagal. Tapi apa salahnya mencoba?
“ Ok ma , aku akan berangkat minggu depan, “
“Bagus,”
Aku menuju ke tempat duduk dan menghela nafas. Melihat – lihat rumahku membuatku mengingat masa kecilku. Di sudut rumah terpajang foto – fotoku semasa kecil. Tidak menyangka akan secepat ini. Umurku sudah 24 tahun lebih. Sudah lulus kuliah dengan predikat Master Business. Tidak terasa waktu ini berjalan. 10 tahun yang lalu, teringat jelas di otakku bahwa aku ditinggalkan oleh lelaki yang paling kucintai. Sejak itu aku tidak berpacaran. Memang banyak lelaki yang mendekatiku , tapi kutolak. Menurutku tidak ada yang sebaik Dika. Ya ya ya. Dika dan Dika. Meskipun sudah 10 tahun berlalu, Dika tetap di hatiku. Aku tidak bisa melupakannya. Aku tidah tahu mengapa. Tapi apa daya , mungkin dia sudah melupakanku dan mendapat perempuan lain. Mana tahan 10 tahun menjomblo? Atau mungkin sudah punya istri dan anak? Seperti ditusuk hatiku jika itu benar adanya. Tapi sudahlah , mungkin dia bukan jodohku. 1 minggu lagi aku harus berangkat. Aku harus menyiapkan semuanya dengan baik.
Tepat pada hari kamis , aku berangkat menuju ke bandara. Meninggalkan kota tempat aku lahir sangatlah berat. Tetapi ini adalah ujian bagiku untuk menghasilkan sesuatu. 1 jam kemudian aku sampai di Papua. Melihat penduduk asli sana ,aku takut. Kulit mereka hitam lebam tapi tidak seberapa tinggi. Tapi cukup menakutkan bagiku. Bandara di sana tidak terlalu besar.Tidak sebesar dan sebagus Soekarno – Hatta pastinya. Di sini tidak terlalu terawat. Mungkin karena orang – orang asli di sini kurang pendidikannya. Tapi aku tidak bisa berlama – lama di sini. Aku harus segera ke tempat proyek. Dengan segera aku mengambil koperku dan mencari orang yang telah disediakan untuk menjemputku.
“ Ini mbak Ririn ya ? “ tanya seorang yang berpewakan pendek dan hitam seperti orang – orang papua pada umumnya.
“Iya. Ini siapa ya? “ jawabku. Aku hanya berhati – hati. Hanya takut diculik.
“ Ayo masuk ke mobil yang telah disiapkan. Saya adalah Pak Dano. Dan saya siap untuk melayani anda kemanapun selama di Papua. “
“ Terima kasih. “
Aku segera menuju ke mobil yang ditunjung Pak Dano dan meluncur ke lokasi proyek. Di sana aku melihat banyak bahan bangunan yang telah disiapkan dan banyak pekerja yang sudah bekerja. Dan langsung aku disambut oleh kontraktor di sana
“ Ibu Dina, apa kabar ? Saya yang bertugas di sini. Silakan kalau Ibu mau melihat – lihat. Proses pembuatan proyek ini tinggal setengah lagi. Kira – kira butuh 1 setengah tahun untuk menyelesaikannya,” terang Pak Gino panjang lebar. Karena tidak seberapa mengerti , aku hanya menganggukan kepala saja.
“ Pak , saya mau ke Cafe dulu ya. Mau minum kopi. Nanti saya akan kembali,” jawabku.
“Silakan Bu. “
30 menit kemudian aku telah sampai di café tersebut. Tiba – tiba ada orang yang menyapaku . Seorang lelaki. Aku menoleh dan tidak ! Dia sangat mirip dengan Dika. Matanya yang besar dan dagunya yang begitu lancip. Ya aku tidak akan pernah melupakan bentuk wajah seperti itu. Wajah yang akan terus tersimpan di hatiku. Yang pernah memberikan kenangan terbaik di hatiku.
“ Maaf ini siapa ya?” tanyaku.
“ Sori , aku Dika, Rin. Masih ingat kan? “ jawabnya.
“ Dika? Ada apa kamu disini ?” tanyaku kaget. Tidak kusangka benar adanya pikiranku tadi.
“ Mau beli kopi. Km?” jawabnya.
“ Sama.”
“ Kenapa kamu ada disini? “ tanyanya. Suaranya agak berat sekarang. Tapi lembut seperti dulu
“ Ada proyek orangtua yang harus kuselesaikan. Jadi terpaksa aku harus ke sini”
“Ooooooo.”
Tidak terasa sudah satu jam kita ngobrol . Aku tidak menyangka akan ketemu dengan dia lagi. Mungkin jodoh. Tapi mungkin hanya kebetulan juga.
“ Rin, kalau ada apa – apa, mungkin kamu bisa ke rumahku,” ajaknya
“ Terima kasih. Nanti akan aku usahakan” jawabku setengah kaget. Tidak menyangka aku diajak ke rumahku. Jantungku bergerak 10 kali lebih cepat dan darahku berdesir – desir.
Seminggu setelahnya , aku ke rumahnya. Rumahnya tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil. Banyak barang yang berserakan. Kertas dan barang – barang yang lain ada di mana – mana. Seperti cowok kebanyakan. Sungguh tidak rapi.
“ Rin , mau kubuatkan minuman? Teh atau kopi mungkin ?” tanyanya menawarkan
“ Terima kasih tapi untuk sekarang aku tidak haus kok,” jawabku dengan halus. Aku hanya tidak mau merepotkannya yang mungkin sudah kelimpungan mengurus rumahnya sendiri.
“ Bagimana kabarmu sekarang? Sudah mendapatkan lelaki baru ? “ tanyanya tersenyum.
“ Belum . Masih mau mengurus proyek dulu rencanannya.”
Padahal bukan itu alasannya. Hanya saja aku masih cinta dengannya.
Kita berbicara sampai malam .
“ Sudah malam. Aku pulang dulu ya Dik . Terima kasih telah menemaniku.”
“ Tidak apa – apa. Mungkin lain kali kita bisa bertemu lagi. “
Aku segera menuju ke mobilku dan pergi. Tidak kusangka Dika akan sebaik ini. Dia sama seperti dulu. Lembut dan sangat tenang. Sifat itulah yang membuatku jatuh cinta kepadanya. Yang membuatku tidak bisa melupakannya sampai sekarang. Sangat berkarisma dan berwibawa. Jalan pikirannya yang tidak seperti lelaki lain membuatku tergila – gila kepadanya. Dia selalu memandang dunia ini dengan cara pandangnya sendiri. Dan dia sangat rasional. Tidak suka menghambur – hamburkan uang dan menurutku sedikit kuno. Tapi itulah yang aku suka. Ya, kuno. Pertama kali aku tidak seberapa suka dengan jalan pikirannya. Tetapi dia sangat cocok untuk mengimbangi aku yang sangat kanak kekanakan.
2 bulan kemudian.....
Tidak !!!!!! Apakah ini hanya mimpi ? Dika ingin aku kembali bersamanya ! Hari ini dia mengajakku ke taman. Langit yang begitu biru dan dingin. Banyak bunga – bunga . Ada seperti lingkaran di mana ada sebuah tempat duduk untuk 2 orang. Di sekelilingnya dipasangi lilin – lilin. Dan lilin itu berbentuk lingkaran. Di tengah – tengah lingkaran itu tertulis kata “I Love You, Will u be mine?”
“ Ini apa Dik ? “ tanyaku bingung.
“ Maukah kau menjadi pacarku untuk kedua kali? Aku memang pernah menyakitimu. Maafkan aku. Aku tidak akan mejanjikan apapun kepadamu. Aku tidak tahu apa yang terjadi di masa depan, tapi aku akan melakukan apapun untuk tidak menyakiti kamu lagi. Dan aku akan meletakkan segala sesuatu untuk mu sebelum aku. Aku mencintaimu Rin,” kata Dika .
“ Kamu tahu Dik ? Aku tidak bisa melupakanmu sejak kamu meninggalkanku. Aku terus memikirkanmu. Aku sangat mencintaimu. Dan aku tidak ingin kehilanganmu untuk kedua kalinya,” jawabku.
Dika langsung melingkarkan tangannya kepadaku . Sangat erat. Aku merasakan hangat dan rasa aman di pelukannya. Rasa nyaman yang begitu aku rindukan selama ini.
“ Aku mencintaimu sekarang dan selamanya” kataku
“ Aku mencintaimu lebih dari kau mencintaiku” jawab Dika
Sekarang aku telah menemukan cinta yang telah ku cari – cari. Cinta yang akan terus tumbuh dan tidak akan pernah mati. Cinta yang akan memberi kebahagiaan untukku selama – lamanya.
No comments:
Post a Comment